Juni 24, 2021

Pilkakon Pekon napal kab Tanggamus Di Duga Cacat Hukum

2 min read

Tanggamus (MP)
Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) Serentak yang dilaksanakan Rabu (16/12/2020) yang lalu di 220 Pekon se Kabupaten Tanggamus,terutama di Pekon Napal ,Kecamatan Bulok,Kabupaten Tanggamus diduga cacat hukum pasalnya dalam pilkakon di Pekon Napal tersebut telah terjadi intimidasi ,money politic ,adanya pembengkakan suara Daftar Pemilih tetap (DPT) dari 1868 suara menjadi 1873 ada pembengkakan 5 suara.

Hal tersebut disampaikan Jais sebagai saksi dan koordinator lapangan(korlap) Pilkakon di Pekon Napal dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya seperti Rusli dan Muktar tim sekses dari calon nomor urut 2 Saifulloh.

“Pilkakon di Pekon Napal itu benar benar harus di proses hukum karena adanya intimidasi dari dari tim pendukung calon nomor 4 Safrudin yang diketahui bernama Kosim merupakan perangkat Pekon setempat ke banyak orang dengan cara marah marah mengatajan jangan coba coba kalau sampai tidak memilih calon 4 Safrudin nanti bansos dan bantuan lainya akan dicabut”kata Jais saat menerangkan pada wartawan Sabtu (19/12/2020)

Dikatakan Muktar ,Terkait Money politic itupun dilakukan tim sukses nomor urut 4 Safrudin yang diketahui bernama Deni ,orang itulah yang bagi bagi uang ke masyarakat sebesar Rp 50 ribu per orang

” Yang bagi bagi uang itu namanya Deni ke pada masyarakat agar esok hari mencoblos nomor urut 2 Safrudin saya siap jadi saksi kalau diperlukan ‘” beber Muktar.

Dari ke 4 calon yakni Safrudin mendapatkan suara terbanyak
1.Suyana mendapatkan suara 46
2.Saypuoh mendapatkan suara 471
3.Muhamad Riasah mendapatkan Suara 463
4.Safrudin mendapatkan Suara 589 suara

Adanya indikasi permainan kotor calon dan panitia kepada Calon nomor urut 4 Safrudin sebab terdapat beberapa kejanggalan lainnya yang terjadi salah satu calon adalah mantan ketua Badan Hippun pemekonan (BHP) atas nama Saprudin informasi di lapangan bahwa Ketua BHP yang di tunjuk adalah merupakan Paman dari salah satu Calon tanpa ada masyarakat

“Ini juga kejanggalan ini membuat masyarakat berpendapat adanya KKN dari salah satu Calon, kemudian dalam penghitungan suara terdapat kejanggalan kartu pilih tidak sah sebanyak sebanyak 304 suara dari total Pemilih 1.868 suara “kata Jais

Sebagai korlap urut 02 Melaporkan Kepada Tim Awak Media adany kecurangan Pilkon di Pekon Napal Kabupaten Pringsewu sebagai berikut
dalam pencoblosan, kepanitiaan TPS 01 di isi keanggotaannya sebagai besar oleh aparatur Pekon yang seharusnya aparatur Pekon tidak boleh terlibat sebagai anggota panitia pemilihan oleh Kepala Pekon sesuai surat edaran Bupati pasal 36 bab 2 ayat ABC

“Adanya anggota berapa yang terlibat ikut campur dalam proses penghitungan suara yang seharusnya proses penghitungan suara hanya dilakukan oleh panitia sesuai surat edaran Bupati pasal 36 bab 2 ayat A.B.C “Katanya.(tim)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.