Juli 21, 2024

Kepsek SDN 61 Krui tidak pernah lakukan Pemotongan Dana PIP… Ini Fakta nya !!!

2 min read

Pesibar, mediapatriot.id -jurnalis Harus mengacu dalam menjalankan tugas nya berdasarkan Uu 40 tahun 1999 dan tidak mengabaikan kode etik jurnalis, namun oknum Acep Supriatna yang diduga Oknum nakal memain kan berita sebagai alat untuk intimidasi dan untuk mendapatkan sejumlah uang.sabtu 25/02  2023

Teknis oknum ini berbeda dengan para jurnalis pada umumnya, diawali coba membuka temuan yang mana menurut Versi mereka sudah benar lalu coba mensiasati bagaimana caranya para sasaran merasa takut.

Menurut keterangan beberapa narasumber, setelah oknum mendapatkan informasi tentang diduganya ada kesalahan Pemangku jabatan lalu oknum membuat Rilisan berita dan coba dikirim kepada orang yang dituju dengan tujuan agar mereka ketakutan .

Seperti menurut salah satu orang yang diberitakan yakni kepala sekolah SDN 61 Krui Kota Raja Pekon way jambu kec Pesisir selatan, setelah rilisan itu dikirim saya kan mereka takut dan saya langsung menemui Oknum Pelaku minta berita itu jangan diterbitkan, lalu pelaku menjawab kami ada 5 media kalau mau selesai, artinya pelaku menggambarkan uang tebusan itu adalah  Rp 2 jt permedia, namun saya tak sanggup karna saya tidak merasa melakukan dugaan menurut Berita oknum tersebut.

Setelah itu saya mencoba berkoordinasi dengan orang orang dekat saya sebut  saya coba menjelaskan bahwa yang disampaikan oleh oknum As tersebut baru Praduga tidak bersalah dan oknum itu Bukanlah seorang Penyidik dimana Dugaan tersebut belumlah tentu benar, karna segala sesuatu itu haruslah diuji dan buktikan dulu dengan tahapan yang benar.

Menurut keterangan Narasumber lain (P) ada beberapa orang yang  mengalami hal yang sama bahkan sudah menyerahkan uang seperti Aj 3 jt-Rt 2 jt-Rs 500 rb-Sj 350 rb  (alat bukti dan data nama sudah kami simpan), awalnya oknum mendapatkan informasi bahwa ada bantuan yang menurut oknum salah dalam mendistribusikan ke Murid lalu kami dicecar habis seolah olah versi oknum itu benar adanya dan ujung – ujung nya meminta sejumlah uang, prilaku seperti ini tidak benar,

 seharusnya seorang Jurnalis tidak menjadikan rilisan berita tersebut menjadi alat tawar menawar.

Selanjutnya menurut Tim Hukum Gebok-NN  ketentuan dalam menentukan ada Kesalahan atau tidak itu bukanlah wewenang oknum tersebut, apalagi sampai menentukan ada kerugian negara, nah ini sudah tidak benar tahapan yang dilakukan oleh oknum.

Hasil dari penelusuran tim kami ternyata banyak sekali yang menjadi korban, bahkan terindikasi oknum ini tidak menjalankan secara sendiri, ada dugaan oknum As menjalankan aksinya bersamaan dengan sindikat, dimana mempunyai Peran masing – masing dan pembagian tugas masing.

Hal ini merupakan Modus Pemanfaatan situasi, sehingga kami berpendapat kalau Rangkaian Pidana Pemerasan nya sudah terjadi sebaiknya orang yang menjadi korban melaporkan saja kepada pihak yang berwajib dalam hal ini laporan kepada pihak kepolisian agar modus ini tidak diulangi lagi oleh oknum .

Terkait dengan Dugaan Pemotongan PIP (Program Indonesia Pintar) itu pun tidak benar, karna Kepala sekolah SDN 61 KRUI tidak merasa memotong anggaran tersebut, bahkan ada surat pernyataan yang menguatkan dari wali murid bahwa tidak ada potongan tentang Bantuan tersebut, ini jelas mengada ada bahkan cenderung melakukan  Pencemaran nama baik. Tutup Tim Hukum( Red )

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.